Buku Harian: Sahabat yang Terpercaya

Posted by Cinta Buku on

"Buku adalah sahabat sejati". Demikian kalimat bijak yang pemah saya dengar mengenai nilai sebuah buku. Saya tak menyangkal, buku harian dapat menjadi teman yang dapat dipercaya. Buku harian adalah seorang sahabat yang berempati dalam dunia yang tidak simpatik. Christina Baldwin—seorang penulis—pernah mengatakan, buku harian memungkinkan kita mengabadikan koleksi peristiwa yang mengisahkan perjalanan hidup kita. Buku harian menyimpan bidikan peristiwa yang mengungkapkan dan mengabadikan perjalanan hidup kita dalam bentuk tulisan.bagaikan album foto kenangan yang merekam peristiwa di masa lalu.

Pada zaman Sebelum Masehi, orang Yunani mengembangkan sejenis almanak yang disebut ephemerides, yang berisi catatan pergerakan harian bintang dan planet. Orang Romawi, yang menaklukkan Yunani, turut menggunakan jurnal seperti itu, tetapi dengan berciri pada kepraktisan, dengan menambah nilainya dengan mencatat juga peristiwa sehari-hari yang perlu diketahui masyarakat. Mereka menyebutnya diarium, yangberasal dari bahasa latin dies, yang artinya hari.

Namun, baru pada abad ke-17 buku harian menjadi populer di negara-negara Barat sebagai catatan peristiwa pribadi setiap hari. Ketika seorang inggris bernama Samuel Pepys menulis jurnalnya. Buku harian Pepys yang berisi panduan tak lazim antara kesalehan dan keduniawian, menjadi salah satu sumber informasi terlengkap bagi para sejarahwan tentang.kehidupan di bawah pemerintahan Raja Inggris, Charles II.

Sejak itu, menulis jurnal menjadi kegiatan yang semaktn populer, Bahkan, banyak buku harian menjadi dokumen sejarah yang berharga. Salah satu yang terkenal adalah jurnal seorang gadis cilik Yahudi yang menyembunyikan diri dari Nazi. Diary of a Young Girl (Buku Harian Seorang Gadis Kecil) yang ditulis oleh Anne Frank menjadi bukti yang menyedihkan dari kebiadaban manusia terhadap sesamanya.

Daya Tarik Buku Harian 
Menulis jurnal tampaknya memang berkaitan dengan hasrat manusia yang fundamental, yakni ekspresi diri. Entah apakah kita mencatat kegembiraan ketika mendengar bayi kita mengucapkan kata-kata pertamanya atau tentang tumbuhnya suatu hubungan cinta. Buku harian memungkinkan kita mengenang peristiwa-peristiwa yang membentuk kebidupan kita. Dengan membacanya, kita menghidupkan kembali saat-saat berharga itu dan perasaan yang ditimbulkan.

Salah satu manfaat terbesar buku harian adalah kesanggupannya untuk membantu kita mengenal diri sendiri. Penulis Tristine Rainer menyebut buku harian sebagai alat psikologi praktis yang memungkinkan kita untuk menyatakan perasaan dengan lebih leluasa. Jika seseorang enggan membicarakan kekhawatiran dirinya dengan seseorang, mengekspresikan diri lewat tulisan mungkin dapat menjadi altematif. Itulah sebabnya, menulis jurnal sering dianjurkan sebagai sarana yang berguna dalam menghadapi luka emosi. Buku harian dapat digunakan untuk merenungkan kehidupan, menetapkan tujuan baru, dan mungkin mencari pemecahan masalah. Menulis tentang problem atau perasaan kita dapat membantu memusatkan perhatian pada masalah sebenamya dan memandangnya secara objektif.

Menulis buku harian juga dapat menjadi sarana pendidikan. Federasi Guru Amerika menyarankan para orang tua untuk menganjurkan anak-anak mereka untuk menulis buku harian. Menulis dalam jurnal dapat mengembangkan keterampilan menulis dan kreativitas.

Cara Memulai Menulis
Cara menulis buku harian bermacam-macam. Namun, yang penting, carilah tempat yang tenang dan sebuah jurnal atau buku catatan yang Anda sukai. Memang, selembar kertas kosong yang menunggu untuk diisi dapat membuat kita ciut. Kuncinya adalah jujur, spontan, dan sederhana. Anda dapat mengajukan pertanyaan: Apa yang saya lakukan hari ini? Apa pengaruhnya.terhadap saya? Apa yang saya makan? Siapa yang saya jumpai? Apa yang dialami oleh orang-orang yang saya sayangi? Atau, Anda dapat mulai memikirkan saat sekarang, dengan bertanya: Di manakah saya sekarang dalam kehidupan? Apa saja cita-cita saya? impian saya? Kemudian, tanpa bersikap kritis, biarkan tulisan mengalir.

Tulis sebanyak atau sesedikit yang Anda suka. Tulis sesering atau sejarang yang Anda suka. Berterus terang dan terbukalah. Jangan khawatir akan tata bahasa atau ejaan, tidak ada yang akan melihat tulisan Anda. Anda dapat mencoba menempelkan foto, kliping surat kabar, atau apa saja yang penting bagi Anda. Buku itu milik Anda. Terserah Anda, mau rapi atau berantakan, besar atau kecil. Anda hanya mesti menulis yang Anda inginkan. Jika menulis buku harian dijadikan tugas yang kaku, Anda akan merasa gagal dan kecewa.

Para ilmuwan atau peneliti sering kali menggunakan jurnal untuk mengamati dan mencatat perubahan organisme yang ia teliti. Ini dapat membantu mengamati dan mempeiajari pola perilaku dan kecenderungan kita dalam kehidupan. Jurnal Anda akan menyingkapkan kegembiraan, kesedihan, kelemahan, dan kekuatan Anda. Menulis jurnal akan meningkatkan kemampuan Anda untuk mengekspresikan diri. Memang menulis buku harian menuntut komitmen, tetapi komitmen itu akan mendatangkan imbalan melimpah. Jadi, mari mulai menulis buku harian.

Elizabeth Lilis, mahasiswa Univereitas Darma Cendika Surabaya, Fakultas Ekonomi Marajemen dan Interstudi, Jurusan Advertising Jakarta.
Majalah Mata Baca Volume 2, No. 12, Agustus 2004.

Previous
« Prev Post

Related Posts

06.26