Mengenal Legenda Dunia Buku Anak

Posted by Cinta Buku on

Nama Dr. Seuss di Indonesia memang tak setenar Walt Disney walau faktanya mereka "satu angkatan". Tetapi yakinlah, Dr. Seuss itu sungguh ada. Ia bukan dokter medis yang ahli menyembuhkan orang sakit, namun resep suka-citanya telah menghibur pecinta buku selama lebih dari 60 tahun. Untuk Anda yang benar-benar belum tahu, Dr. Seuss adalah penulis sekaligus ilustrator dongeng bergambar anak dengan alur cerita berima (nursery rhymes). Sampai detik ini, buku-bukunya dipakai institusi formal hingga rumah tangga untuk mengajarkan kosakata bahasa Inggris secara menyenangkan kepada anak-anak. Bagi orang dewasa, kisah-kisah dengan tokoh-tokoh imajinatif buatan Dr. Seuss merupakan hiburan yang mampu membuat tertawa: menangis, dan berpikir secara bersamaan.

Lahir pada 2 Maret 1904 di Springfield, Massachusetts, Theodore "Ted" Seuss Geisel adalah cucu keluarga imigran Jerman yang mengadu nasib di Amerika. Ibunya, Henrietta Seuss Geisel, dulunya membantu di toko roti ayahnya sebelum ia menikah dengan ayah Ted. Henrietta punya kebiasaan unik menghafalkan nama-nama kue pai istimewa setiap hari dengan :'menyanyikannya:i ke para pembeli, Jika Ted sulit ticfur, ibunya meninabobokan dengan "nyanyian pai" itu. Ted memuji ibunya sebagai, "inspirasiku membuat rima dan arti pentingnya dalam setiap tulisanku."

Semasa kuliah di Dartmouth College, Ted dikenal sebagai anak jahil yang aktif dan senang bergaul. Karena suka humor, Ted bekerja di majalah humor kampus Jack-O-Lantern hingga meraih posisi chief editor.

Akibat kejahilannya, ia diskors dan diturunkan dari jabatannya. Ted diam-diam terus memasok kartun-kartun stripnya ke majalah itu dengan nama samaran "Seuss" yang diambil dari nama tengahnya. Gelar "Dr." ia sisipkan karena ayahnya pernah berharap kelak Ted akan menjadi seorang dokter. Penyamaran ini tak bertahan lama karena kekhasan tiap garis dan warna ilusirasinya.

Ted tak pernah beiajar menggambar secara formal. Namun, dalam buku catatan sekolahnya pasti ada gambar makhluk-makhluk aneh membingkai potongan-potongan kalimat yang ditulisnya di sekolah. Ketika mewarnai, Ted dikenal sangat hati-hati memilih warna. Selera warna Ted sangat berbeda sehingga mudah dikenali dan menjadi trade-mark "Seuss". Meskipun karya-karyanya dinilai mampu memainkan daya khayal anak-anak dan dewasa; Ted menolak bila tulisan dan ilustrasinya dikatakan sebagai "unik dan imajinatif".

Orang yang berpengaruh besar di karier penerbitan Ted adalah Bennet Cerf. Beliau adalah "otak" di balik perjanjian Random House dan Houghton Mifflin. Cerf pernah bertaruh Ted tak akan mampu menulis buku berisi kurang dari 50 kata, dan mendesak Ted untuk menulis Green Eggs and Ham. Beliau jugalah yang meramalkan Ted akan mengguncang industri buku anak-anak. Karena ingin menjadi bagian dari revolusi itu, ia mati-matian mengonsep divisi Beginner Books.

Janet Schulman, editor buku-buku Ted yang kini menjabat wakil direktur divisi buku remaja Penerbit Random House, mengatakan bahwa proses kreatif Ted sangat misterius. "Daya konsentrasinya tinggi dan tak ingin diganggu sama sekali", kisahnya. "Saat menulis, dia sudah punya bayangan umum bentuk tulisannya. Lalu ia menempel potongan-potongan kertas itu di dinding, dan membuat 'lubang' di setiap sambungan cerita yang biasanya dijadikan titik transisinya." Ketika menghadapi kesulitan menuangkan ide, ia langsung memakai salah satu "topi berpikir" yang diambil dari koleksi topi-topi uniknya. Setelah memakai topi itu, hasil karyanya pasti memuaskan. "Ted tidak rewel seperti kebanyakan penulis yang sedang menghadapi masalah. Ted juga menerima kritik dan sukses komersil secara wajar," ujar Schulman. "Saya sangat merindukannya. Tak akan pernah ada Dr. Seuss yang lain lagi."

Seperti layaknya karya-karya hebat, buku-buku Dr. Seuss banyak dianalisis kalangan akademisi, Hampir seluruh karya Ted berbentuk buku-buku hiburan yang memotivasi anak untuk membaca. Sebagiannya (terutama buku-buku terakhir) diinspirasi suatu kejadian tertentu atau merupakan concern pribadinya. Sebagai contoh, Ted kesal dengan sejumlah papan reklame dan konstruksi yang mengganggu komunitasnya di La Jolla. Ted memang sangat perhatian terhadap lingkungan secara global, la ingin para pelaku industri, pengusaha, dan individu bertanggung jawab terhadap tindakan mereka, Buku The Lorax yang diterbitkan pada 1971, bertema kebaikan yang salah kaprah. Tokoh Once-ler yang tak bertanggung jawab dan ambisius
membangun bisnis besar yang dibiayai pohon-pohon Truffula serta makhluk-makhluk yang bergantung pada mereka. Dengan gaya "antik" Seussian-nya, secara relevan cerita ini masih mampu menggugah generasi sekarang dan menantang generasi masa depan untuk mencari solusi melalui gambaran proses kehancuran yang demikian menyentuh. Dalam acara-acara diskusi atau temu penulis, pertanyaan yang paling ia takutkan adalah pertanyaan yang sering ia tanyakan pada diri sendiri, yakni "Dari mana asal idemu?" Biasanya Ted menjawab asal-asalan, "Uber Gletch." Tidak jelas siapa yang ia maksud.

The Cat In The Hat (1955) adalah bukunya yang terkenal dan menjadi titik balik tren penulisan cerita untuk anak, sedangkan The Butter Battle Book merupakan karyanya paling kontroversial yang ditulis sebagai respons terhadap ancaman pengembangan senjata perang dan perang nuklir selama pemerintahan Reagan. Buku ini terbit tahun 1984, menggambarkan perseteruan antara suku Yooks dan Zooks. Perseteruan itu dipicu hal sederhana tentang perbedaan cara makan roti; yang satu kukuh suka mengoles mentega di bagian atas, yang lainnya di bagian bawah. Cerita diakhiri dengan halaman kosong, meninggalkan ending rnenggantung yang terbuka bagi segala interpretasi.

Ketika Ted mempresentasikan proyek ini, pihak Random House melihat "lampu bahaya". Baru kali itu (selama satu dekade mereka bekerja sama) para editor dan pengarah seni mempertanyakan konsep halaman muka, ending cerita, bahkan judul. Meski tahu bahwa tak satu pun dari mereka berniat untuk menyerang, Ted tiba-tiba berusaha mempertahankan setiap elemen yang dipertanyakan. Ted ngotot agar orisinalitas karyanya dipertahankan karena buku itu mewakili kebenaran bahaya pengembangan senjata perang. Akhirnya, beberapa perubahan dilakukan. Selama enam bulan Butter Battle bertahan di daftar best seller The New York Times, dalam kategori bacaan buku dewasa.

"Pencerahan baru" ini lantas mempengaruhi karya-karya Ted selanjutnya. Dalam periode ini, ia menulis buku-buku bertema kritik dan penyadaran sosial, dan mulai bereksperimen lagi dengan warna. Audrey —istri keduanya, setelah ia ditinggal mati istri pertama— sering memberi masukkan warna-warna kombinasi yang tak lazim dan tak terduga, yang justru mampu mendukung pemahaman terhadap askah. Orang kini benar-benar menikmati kerja keras mereka. Buku-buku sekelas The Lorax, The Butter Battle Book, dan You're Only Old Once! menjadi saksi tantangan dan risiko yang berani diambil oleh Ted.

Segunung penghargaan pernah dianugerahkan kepada Ted, termasuk gelar Honorary Doctorate of Humane Letters dari almamaternya, Dartmouth. Selain enam gelar doktor honoris lainnya, penghargaan kelas dunia yang pernah diberikan kepada Ted antara lain Piala Oscar untuk Gerald McBoing-Boing (Film Kartun Terbaik, 1951), dua piala Emmy untuk Halloween is Grinch Night dan The Grinch Grinches The Cat In The Hat (Lagu Anak-Anak istimewa Terbaik, 1977 dan 1982 secara berturut-turut), penghargaan Pulitzer (1984), penghargaan Peabody untuk animasi istimewa How The Grinch Stole Christmas! dan Horton Heara A Who! (1971), serta penghargaan New York Library Literary Lion (1986). Tiga bukunya menerima penghargaan Caldecott Honor. McElligot's Pool (1947), Bartholomew and The Oobleck (1949), dan If I Ran The Zoo (1950). Ted juga menerima penghargaan Laura Ingalls Wilder di tahun 1980 karena karya-karyanya memberi kontribusi mendasar dan pengaruh besar pad aliteratur anak-anak di Amerika.

Pada 1986, Museum Seni San Diego menggelar pameran karya-karya Ted, termasuk sejumlah lukisan dan sketsa-sketsa awalnya. Pameran itu ramai dikunjungi orang dan berkeliling ke beberapa negara bagian Amerika. Katalog pameran itu dibuat, dan diberi judul "Dr. Seuss dari Masa ke Masa: Katalog Pameran Retrospektif". Dengan gamblang booklet itu menunjukkan karya-karya mencengangkan Ted selama 60 tahun. Sayang booklet ini tak pernah dicetak ulang.

Setelah mengabdi 53 tahun menciptakan buku-buku teks dan hiburan, Dr. Seuss yang baik telah mengajarkan semua yang ia tahu. Theodore Seuss Geisel meninggal pada 24 September 1991 dalam usia 87 tahun. Mengutip kalimat dari buku terakhirnya Oh, The Places You'll Go! Dr. Seuss dengan riang memberi semangat kepada para pembaca ciliknya untuk selalu optimis mengejar cita-cita:
You're off to great places!
Today is your day!
Your mountain is waiting.
So, get on your way!

(Kau akan terbang ke tempat-tempat yang menakjubkan!
Ini harimu!
Gunungmu telah menunggu!
Jadi, lekaslah bertindak!)

Ciptanti Putri (dari berbagai sumber)
Majalah Mata Baca Vol 1 / No. 11 / Juli 2003

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Like untuk dapatkan update artikel terbaru