Ensiklopedi Tematis Dunia Islam

Posted by Cinta Buku on

Awal September ini, spesialis penerbit ensiklopedi, Ichtiar Baru Van Hoeve (IBVH), meluncurkan Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, terdiri dari tujuh jilid. IBVH adalah perusahaan modal asing (PMA) asal Belanda yang hadir di Indonesia sejak 1980. Selain menerbitkan ensiklopedi umum, IBVH juga meluncurkan ensiklopedi bernuansa Islam.

Diawali dengan Ensiklopedi Islam (1993), Ensiklopedi Hukum Islam (1996), dan Ensiklopedi Islam untuk Pelajar (2001). Berbeda dari ensiklopedi yang umumnya disusun secara abjadiah, Ensiklopedi Tematis Dunia Islam disusun secara tematis. Bahasannya meliputi sejarah sebelum, selama, dan perkembangan Islam di seluruh dunia, sampai 2001. Juga tentang pemikiran dan peradaban Islam yang berkembang di berbagai belahan bumi ini.

Ada 89 artikel yang tersebar di enam jilid ensiklopedi ini. Khusus jilid 7 memuat 14 topik faktaneka, dan 18.500 topik indeks. Karya ini dirampungkan 82 penulis, dan 12 editor yang diketuai Prof. Dr. Taufik Abdullah, Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Nama-nama besar cendekiawan muslim yang terlibat sebagai editor dan penulis meliputi, antara lain, Nurcholish Madjid, Azyumardi Azra, Quraish Shihab, Komaruddin Hidayat, dan Din Syamsuddin. Mereka adalah guru besar di bidang ilmu-ilmu keislaman.

Dari 82 penulis itu, hanya satu orang asing, yakni Prof. Dr. Johan Hendrik Meuleman, guru besar luar biasa bidang sejarah Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Johan juga staf pengajar di Universitas Leiden dan Universitas Islam Eropa, Belanda. Adapun informasi dalam ensiklopedi ini ditampilkan secara berjenjang.

Setiap artikel diawali dengan teks pembuka sebagai pengantar singkat tentang tema utama. Sedangkan pokok bahasan rinci ditempatkan dalam subtema, atau bagian topik tersendiri. Juga ada tabel untuk memudahkan memahami artikel. Ada yang khas dalam ensiklopedi tematis ini, yakni Islam di Asia Tenggara dijadikan bagian tersendiri, di jilid 5.

"Ini adalah bagian yang paling saya sukai," kata L. Pasmans, Direktur IBVH. Di bagian ini, masuknya Islam di Asia Tenggara dikupas cukup rinci, baik dari sisi budaya, tradisi politik, ekonomi, aktivitas intelektual, maupun jaringan ulamanya. Menurut Pasmans, buku ini menjadi menarik karena ditulis oleh orang-orang Indonesia, tentang agama yang dianutnya.

Selama ini, di jagat perbukuan, sedikitnya ada tiga ensiklopedi Islam yang ditulis dalam bahasa Inggris. The Encyclopaedia of Islam yang terbit di Leiden, 1908-1938, edisi pertama terdiri dari lima jilid (pada 1960 terbit edisi baru, dengan tujuh jilid). Ensiklopedi ini lebih menitikberatkan pada kajian sejarah. Pada 1970, terbit The Cambridge History of Islam. Buku ini mengupas Islam sejak sebelum Islam sampai era terbentuknya negara-negara Islam yang merdeka.

Pada 1995, muncul The Oxford Encyclopedia of the Modern Islamic World. Buku empat jilid yang dieditori John L. Esposito, guru besar agama dan hubungan internasional Universitas Georgetown, Amerika Serikat, itu oleh Penerbit Mizan, Bandung, diterjemahkan. Dalam edisi Indonesia ini, yang terdiri dari enam jilid, ada updating untuk enam lema, dan tambahan 14 lema baru yang meng-Indonesia. Buku yang dieditorinya itu, menurut Esposito, hadir untuk melengkapi ensiklopedi yang ada, dan membahasnya secara detail dan menyeluruh.

Semangat melengkapi ensiklopedi yang ada itu juga mengiringi penerbitan Ensiklopedi Tematis Dunia Islam ini. Tapi, itu membutuhkan kerja keras dan penantian cukup lama. Buku ini dipersiapkan sejak 1994. Di tengah perjalanan, ia dihantam krisis moneter yang mencapai puncak pada Mei 1998, ketika Presiden Soeharto lengser.

"Tapi, itu satu segi saja. Banyak masalah teknis yang ikut mempengaruhi," tutur Prof. Dr. Azyumardi Azra, editor untuk jilid 5. Menurut Rektor UIN Jakarta itu, setiap tulisan diperiksa secara berlapis-lapis. "Tak jarang kami mengubah, memasukkan informasi baru, mengembalikan tulisan, sampai mengganti penulisnya," kata Azyumardi. "Ini merupakan karya terlengkap, setidaknya di kawasan Asia Tenggara," Azyumardi memberi penilaian. Dan ini adalah bukti bahwa cendekiawan muslim Indonesia mampu menjadi produsen yang piawai ketika menulis tentang agamanya.

Herry Mohammad
Majalah Gatra edisi 45 / VIII / 28 September 2002

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Like untuk dapatkan update artikel terbaru